Terastangerang.com- Rencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk membuang sampah ke TPST Leuwi Peso, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin nampaknya bakal menemui kendala.

Pasalnya, pembangunan TPST di Kampung Leuwi Peso tidak berjalan mulus dan terus menerus mendapat penolakan keras dari warga.

Hingga akhirnya, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu  memastikan bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan izin keberadaan TPST yang ada di Kecamatan Rumpin tersebut.

Tidak hanya warga Kecamatan Rumpin Bogor,  hal sama juga dilakukan warga Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Mereka  menolak keras  kiriman sampah Tangsel ke TPAS Cilowong. Sehingga Kerjasama yang sudah dibangun  antara Pemkot Tangsel dan Pemkot serang pun dibatalkan.

Dalam mengantisipasi keberadaan TPA Cipeucang, Sepong dengan tumpukan sampah yang over load dan makin menggunung, karena keterbatasan daya tampung. Upaya lainnya yang dilakukan Pemkot melakukan penjajakan kerjasama  dengan Kabupaten Lebak. Namun lagi-lagi, rencana pengiriman sampah ke TPA Degung di Kabupaten Lebak juga mengalami nasib sama. Yakni penolakan keras dari warga.

Menanggapi persoalan sampah, Ketua Laskar Anggrek, H. Wahyu Wibisana kepada terastangerang.com secara eksklusif mengungkapkan bahwa, penolakan warga terhadap pengiriman sampah dari Tangsel sangatlah wajar. Karena, setiap daerah punya persoalan sampahnya sendiri.

Bicara soal sampah saat ini, kata Wahyu, menjadi pelik karena mulai dari peninggalan Kabupaten Tangerang , Wali Kota Tangsel periode Airin 10 tahun, hingga pemerintahan Benyamin-Pilar yang sedang dijalankan sekarang.

“Secara periodik pemerintah selalu mengadakan update. Dengan adanya bank sampah.  Tetapi tetap saja, karena sampah ini reproduksinya bukan tahunan, bulanan tapi tiap hari, tiap menit, tiap jam. Ini yang harus di antisipasi oleh Pemda,” kata Wahyu Wibisana, ditemui usai kegiatan Diskusi Publik IARMI Tangsel, di Resto Kampung Anggrek, Selasa 11 Juni 2024.

Sekarang ini sambung Wahyu, kalau untuk di wilayah perumahan sudah mulai tertib lewat pengelolaan Bank Sampah.

“Cuma di titik akhir (TPAS),  Tangsel ini punya gunung baru (gunung sampah). Ini harus dipikirkan secara cerdas, cermat dan cepat,” tambahnya.

Menurutnya, sampah sekarang ini secara ekonomi sangat menggiurkan. Makanya ia berharap Pemerintah Kota Tangsel bisa bermitra dengan yang ahli dalam hal menangani sampah.

“Pemerintah Tangerang Selatan musti berani menerima investasi. Tapi bukan hanya investasi karena referensi. Bukan hanya karena kedekatan melainkan yang professional,” pungkasnya. (mln)