TERASTANGERANG– Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bersama Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Zain Dwi Nugroho, turun langsung melakukan peninjauan Pos Pantau di Dadap, Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang dan Benda Kota Tangerang, Rabu (2/11/22).

Dalam kesempatan itu, Bupati Zaki menegaskan, bahwa Pemkab Tangerang melalui Dinas Perhubungan bekerjasama bersama Dishub Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota, membuat rekayasa lalin dan pos pantau di Dadap dan Benda Kota Tangerang.

Langkah tersebut, kata Zaki, dalam rangka memonitoring lalu lintas dan menertibkan truck yang beroperasi di luar jam operasional yang telah ditetapkan.

“Dishub Kota Tangerang, Dishub Kabupaten Tangerang serta Polres Metro Kota Tangerang bekerjasama menutup dua jalur ataupun satu jalur dengan dua posko untuk menertibkan truk di jam operasional yang tidak boleh melintas,” kata Bupati Zaki.

Ia mengungkapkan, dengan rekayasa lalin dan pembuatan pos pantau hasilnya cukup dirasakan.

“Hasil pantauan selama tiga hari terakhir ini ada 65 truck di hari pertama, turun menjadi 40 lebih dan hari ini baru sekitar 20 yang sudah diputar balikan di Pos Benda, ” ucapnya.

Bupati berharap, dua pos pantau tersebut akan terus dipertahankan secara konsisten pengoperasionalnya

Sementara, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengungkapkan, pada intinya Dishub Kota dan Kabupaten serta Polres Metro Tangerang dibantu TNI selalu bersinergi dan berkomunikasi secara intensif.

Menurut dia, Polres Metro Kota Tangerang sudah sepakat dan berkomitmen dengan Bupati dan Walikota Tangerang untuk melakukan pemantauan dan monitoring secara kontinyu.

“Semua jajaran baik Dishub, Pol PP, Polri dan TNI, secara sinergis hadir tidak hanya diam terhadap permasalahan yang selama ini terjadi. Insya Allah kita akan selalu konsisten bertindak secara kontinyu dan berkesinambungan sehingga truk-truk ini bisa kita kendalikan,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, dalam penindakan petugas mengedepankan kegiatan persuasif dan humanis.

“Mereka kita belokkan atau kita parkirkan supaya mereka tahu bahwa mereka tidak diperbolehkan melintas di luar jam operasional,” pungkasnya. (T1)