Terastangerang.com, – Sudah hampir setahun lamanya masyarakat di wilayah Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang dan sekitarnya ‘dipaksa berdamai’ dengan kondisi jalan yang rusak.

Betapa tidak, meski kondisinya sudah rusak parah, jalan beton yang merupakan akses utama bagi perekonomian masyarakat dikawasan pantai utara (Pantura) Kabupaten Tangerang itu, hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah setempat.

Mau tidak mau, masyarakat harus berjibaku dan menikmati hasil pajaknya dengan kepahitan. Parahnya lagi, jalan yang dibangun menggunakan APBD itu, diduga kuat rusak akibat dilalui oleh truk bertonase besar.

Dari hasil penelusuran tim terastangerang.com di jalan raya Kampung Melayu yang menghubungkan antara Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang, terlihat kondisi jalan sangat memperihatinkan mulai dari tugu perbatasan di Desa Bojong Renged hingga Desa Pangkalan arah pantai Tanjung Pasir.

Selain jalan beton yang patah dan retak cukup parah, juga banyak lubang menganga yang sewaktu – waktu bisa membahayakan pengguna jalan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah VIII pada DBMSDA Kabupaten Tangerang, Ropik menjelaskan, bahwa tahun 2024 ini, sudah dianggarkan untuk perbaikan jalan Bojong Renged – Kampung Melayu.

“Di tahun 2024 ada anggarannya Rp 5M kalau saya gak salah, dan itu untuk ruas Bojong Renged – Kampung Melayu,” ungkap Ropik, Selasa (19/3/24).

Ropik menyebut bahwa tidak hanya perbaikan, tapi juga akan ada pelebaran jalan yang dilakukan secara bertahap.

“Kalau pelebaran sepertinya gak tahun ini. Pembebasan lahannya belum tuntas dan pembebasan lahannya juga bertahap,” katanya.

Pembebasan sendiri, jelas Ropik, dari anggaran pengadaan lahan, sedangkan fisik jalan anggaran dari Bina Marga.

Ropik menambahkan, bahwa perbaikan jalan masih terhambat karena proses lelang yang belum selesai.

Sementara, mengutip pernyataan dari Sekretaris Dinas (Sekdis) DBMSDA Kabupaten Tangerang, Dedi Sukardi di media online RADARBANTEN.CO.ID yang menyatakan bahwa sampai akhir tahun 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang telah banyak melakukan pembangunan infrastruktur dan irigasi.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah membangun jalan sepanjang 992,61 kilometer (KM). Dimana, pembangunan jalan itu dilakukan di 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Kalau dipersentasekan berarti 94,20 persen,” ungkap Dedi, Minggu 17 Maret 2024.

Kata Dedi, sesuai Surat Keputusan (SK) jalan Kabupaten Tangerang, Nomor 301 tercatat ada sebanyak 31 ruas jalan yang kondisi baik dan sedang, dengan panjang 935,02 KM.

Namun katanya, ada tersisa satu ruas jalan yang memiliki kondisi rusak atau rusak berat saat ini.

“Satu ruas tersebut sepanjang 50,15 KM atau 5,86 persen,” kata Dedi.

Dedi mengungkapkan, di beberapa wilayah yang masih menjadi fokus perbaikan adalah wilayah Pantai Utara (Pantura) yang meliputi, Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Mauk, Sukadiri, Kronjo dan Kemiri.

“Yang paling menjadi fokus kita itu di jalan bagian utara, dan bagian-bagian jalan pantura tersebut akan lebih banyak lagi dilakukan pembangunan,” terangnya. (T1)