Terastangerang.com—Organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan yang saat ini dapat berpartisipasi dalam pengelolaan pertambangan banyak menuai pro dan kontra.

Hal ini juga menjadi pertanyaan kritis yang dilontarkan, Ibu Rahmi salah satu peserta sosialisasi  Empat Pilar  Kebangsaan bersama Anggota MPR RI, DR. H. Mulyanto, M.Eng yang digelar di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu 16 Juni 2024.

Menjawab pertanyaan isyue soal ormas dapat mengelola pertambangan. Mulyanto, yang  juga politisi dari PKS  tersebut, tidak sependapat dengan niat pemerintah membagikan izin usaha pertambangan khusus kepada Ormas Keagamaan, terutama jika diberikan secara prioritas, tanpa proses lelang. Menurutnya, sudah melanggar UU Minerba.WhatsApp Image 2024 06 19 at 05.52.23

“Pengelolaan tambang harus dilakukan oleh badan usaha, jika penambangan sudah selesai dikembalikan kepada negara.

Pemerintah, karena ada deal politik, maka menyerahkan kepada ormas keagamaan. Ini bertentangan dengan undang-undang,” kata Mulyanto.

Ormas keagamaan, sambung Mulyanto, tentunya mempunyai tugas membina masyarakat, maka  jika ormas keagamaan mengurusi tambang, kemana masyarakat nantinya harus mengadu.

Selanjutnya, kata Mulyanto, pada kegiatan pertambangan, banyak hal-hal yang hitam.

“Jika ormas keagamaan menangani tambang, sama dengan menyeret dan akan menodai dan merugikan ormas keagamaan tersebut,” tegasnya.

WhatsApp Image 2024 06 19 at 05.51.55

Selain, pertanyaan soal ormas keagamaan yang mendapatkan lampu hijau dari pemerintah dalam mengelola tambang,  pertanyaan kritis lainnya yakni terkait, penyebab kenapa pengelola negara yang semakin bergeser kepada arah materialistis.

Mulyanto memberikan tanggapannya, bahwa kegagalan dinas pendidikan dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi penyebab pengelola negara semakin lama semakin bergeser kearah materialistis.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk membumikan Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 konstitusi negara, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai bentuk dan semboyan negara itu, juga  dihadiri tokoh ulama Cipondoh, Ustad Akhyar, Ustad Saifullah, tokoh pemuda, Ian Sopian dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Dengan digelarnya Sosialisasi Empat Pilar, Mulyanto berharap masyarakat dapat menjadi agen perubahan yang pro aktif. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. (mln)