Terastangerang.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengungkapkan, tercatat selama periode dari 1 sampai 30 September 2023, ada 205 kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Tangerang.

Ia menjelaskan, insiden kebakaran tersebut meliputi ilalang, lahan kosong, kontrakan, roko, rumah, gudang dan pabrik.

“Dari 205 kejadian itu, yang paling mendominasi yakni kebakaran ilalang atau lahan kosong yang disebabkan kelalaian manusia, dengan melakukan pembakaran lahan,” kata Ujat dalam keterangan tertulis yang diterima Terastangerang.com, Rabu (4/10/23).

Musim kemarau seperti ini, kata Ujat, sedikit api dapat dengan cepat merambat dan menyebabkan kebakaran.

“Karena faktor kemarau juga, api jadi cepat merambat,” sebutnya.

Sedangkan untuk kebakaran bangunan seperti rumah, kontrakan, pabrik dan gudang dan lainnya disebabkan arus pendek listrik. Untuk lokasinya tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Tangerang.

“Rata-rata karena hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Lokasinya termasuk juga ada di kota besar,” jelasnya.

Ujat mengimbau, masyarakat agar tidak melakukan membakaran sampah atau pun lahan selama musim kemarau, karena beresiko tinggi menyebabkan kebakaran.

“Pembakaran lahan atau sampah sembarangan juga menyebabkan polusi,” pungkasnya. (abe)