Terastangerang.com – Pj Bupati Tangerang, Andi Ony sebut bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten Tangerang sekitar 6,92 % atau turun sekitar 0,2 % pada tahun 2022 dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 7.12 %.

“Tingkat kemiskinan ekstrem Kabupaten Tangerang sekitar 1,52 persen pada tahun 2022, turun 0,92 persen dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 2,2 persen,” papar Andi saat menerima peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan V di Ruang Rapat Wareng Gedung Kantor Bupati Tangerang, Selasa (17/10/23).

Ia menegaskan, berpedoman pada Inpres nomor 4 tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, Pemkab Tangerang terus memaksimalkan penanggulangan kemiskinan yang bertitik tolak pada upaya menurunkan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan masyarakat, serta meminimalkan kantong-kantong kemiskinan.

“Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Tangerang telah memetakan sebaran kemiskinan berdasarkan desil sehingga memudahkan untuk dilakukan intervensi berdasarkan target prioritas,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Tangerang mengucapkan selamat datang dan mengucapkan terima kasih telah memilih Kabupaten Tangerang sebagai lokus studi.

“Selamat datang kepada para peserta visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat dua, angkatan lima di Kabupaten Tangerang dan suatu kehormatan tersendiri bagi kami dipilih menjadi lokus studi yang bertema Strategi Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Penganggulangan Kemiskinan,” ucap Pj Andi Ony.

Sementara itu Agung Basuki dari BPSDM Banten mengatakan tujuan kedatangan rombongan PKN dalam rangka studi langsung ke lapangan ke Pemerintah Kabupaten Tangerang khususnya kebijakan dalam mengatasi kemiskinan.

“Tujuannya kunjungan yakni strategi kebijakan pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan, Ada dua subtema yang akan menjadi kajian selama dalam melaksanakan visitasi di Kabupaten Tangerang yaitu strategi penurunan kantong kemiskinan untuk pengentasan kemiskinan dan yang kedua strategi peningkatan pendapatan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan,” ungkap Agung.

Ia berharap semoga kunjungan ke Kabupaten Tangerang ini mampu memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan juga keterampilan para peserta PKN dan bisa diterapkan di daerah peserta masing-masing.

“Kami berharap kunjungan ke Kabupaten Tangerang ini membawa hasil dan dampak positif bagi 30 peserta PKN. Bisa diimplementasikan dan bisa diterapkan di daerahnya masing-masing karena para peserta PKN ini tidak hanya terdiri dari Provinsi Banten tapi dari berbagai daerah di Indonesia,” harapnya. (rls/abe)