Terastangetang.com – Kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 telah usai dilaksanakan oleh seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).

Dalam setiap pesta demokrasi, peran petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjadi sangat penting. Mereka menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Mohamad Lani (34) atau Lani sapaan akrabnya, salah satu petugas KPPS menyebut bahwa tanggung jawabnya tidak hanya menjaga kelancaran proses pemungutan suara. Tetapi ia juga wajib memastikan kondisi kesehatan selama bertugas.

“Alhamdulillah, saya dipercayakan menjadi petugas di kegiatan Pemilu tahun ini. Menjadi petugas KPPS bukan hal yang mudah. Tentunya banyak hal yang perlu dipersiapkan karena kegiatan ini hanya dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Saya tahu prosesnya membutuhkan waktu yang cukup panjang dan melelahkan. Untuk itu, saya pribadi memastikan tubuh saya dalam kondisi yang sehat agar kegiatan Pemilu ini dapat berjalan dengan lancar sampai akhir,’’ ucapnya, Sabtu (17/2/24).

Lani menyebut ada yang baru pada pesta demokrasi kali ini. Sebelum pelaksanaan Pemilu, seluruh petugas KPPS diimbau untuk melakukan skrining riwayat kesehatan.

Kegiatan ini menjadi langkah antisipasi dalam mempersiapkan kesehatan seluruh petugas yang terlibat.

Pemerintah bersama BPJS Kesehatan selaku badan yang menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan (JKN), ingin memastikan dan memberikan perlindungan kesehatan kepada petugas KPPS melalui upaya deteksi dini risiko penyakitnya.

“Saya merasa sangat dihargai sekali sebagai petugas KPPS dengan adanya upaya dari BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Kegiatan skrining riwayat kesehatan ini memberikan pemahaman yang lebih baik lagi tentang kondisi kesehatan saya. Setidaknya saya lebih sadar akan potensi risiko kesehatan dan bisa berjaga-jaga di kemudian hari. Setelah mengetahui hasilnya, saya merasa lebih yakin dan siap dalam menghadapi hari pemilihan,” tutur Lani.

Perlu diketahui, skrining riwayat kesehatan merupakan pengisian beberapa pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga dan pola konsumsi makanan untuk mengetahui risiko penyakit kronis.

Untuk itu, seluruh petugas KPPS diimbau melakukan skrining riwayat kesehatan sebagai langkah preventif. Selain itu, BPJS Kesehatan juga memberikan perlindungan bagi petugas Pemilu yang berisiko sakit akibat kelelahan melalui Program JKN.

“Pengisiannya sangat mudah sekali. Kami cukup membuka laman https://webskriningpetugaspenyelenggarapemilu.bpjs-kesehatan.go.id/ n memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah itu, kami perlu menjawab beberapa pertanyaan. Saat itu dijelaskan kalau hasilnya bisa berupa berisiko atau tidak berisiko. Alhamdulillah, hasil saya menunjukkan tidak ada risiko. Namun, saya disarankan untuk tetap menjaga pola hidup sehat. Saya apresiasi sekali kegiatan positif ini,” jelas Lani.

Di akhir pembicaraan, Lani menambahkan jika beberapa hari sebelum pelaksanaan Pemilu, dirinya terserang flu dan batuk ringan. Tanpa pikir panjang, ia segera memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Lani menyebut jika dirinya merasa aman karena telah terdaftar dan akif sebagai peserta JKN. Pelayanan kesehatan yang ia terima sangat memuaskan. Menurutnya, dengan adanya Program JKN dapat mengurangi beban biaya kesehatan dan memberi ketenangan untuk tetap fokus menjalankan tugas di hari pemilihan.

“Dengan tulus saya apresiasi langkah BPJS Kesehatan dalam memastikan dan memberikan perlindungan bagi seluruh petugas Pemilu. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sebelum kegiatan, kami menjadi lebih siap menjalankan tugas. Kesehatan itu menjadi modal utama. Terutama bagi kita yang harus bekerja dalam waktu yang cukup panjang selama hari pemilihan. Semoga kegiatan positif ini dapat terus dilaksanakan. BPJS Kesehatan juga terus meningkatkan dan menyediakan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Lani. (rls)