Terastangerang.com,- PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tangerang kembali menanam ribuan bibit mangrove di Urban Aquaculture Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (5/6/24).

Perusahaan kertas dibawah naungan APP Group yang pada bulan Juni ini genap berusia 48 Tahun telah menanam bibit mangrove sebanyak 175 ribu batang di sepanjang pesisir pantai utara (Pantura) Kabupaten Tangerang yang dilakukannya sejak tahun 2018.

Penanaman ratusan ribu batang bibit mangrove salah satu bukti PT IKPP Tangerang ikut dalam pelestarian lingkungan.

“Untuk hari ini kita tanam bibit mangrove sebanyak 10 ribu batang di Urban Aquaculture Ketapang,” kata Head of Sustainability PT IKPP Tangerang, Kholisul Fatikhin, Rabu, (5/6/24).

Menurutnya, penanaman bibit mangrove ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan pada kelestarian lingkungan dan terus berkomitmen melakukan penanaman pohon mangrove sebagai dukungan dalam merestorasi pesisir pantai Kabupaten Tangerang.

“Ada tiga jenis mangrove yang sudah kita tanam. Yang sekarang kita tanam mangrove jenis brugueira. Sebelumnya, mangrove jenis avicenna dan rhizopora,” ujar Kholisul.

Adapun manfaat penanaman mangrove ini untuk mengantisipasi abrasi di bibir pantai.

“Penanaman bibit mangrove diperlukan bagi wilayah pesisir ekosistem agar tidak tergerus abrasi air laut,” terang Kholis.

Dalam kegiatan hari ini turut hadir Jasmine N. Prihartini selaku Head of Conservation and Environment-Upstream beserta team.

IMG 20240605 WA0062

Pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Head of Landscape Conservation & Environment APP Group, Jasmine Doloksaribu menyampaikan, bahwa kegiatan penanaman mangrove serta penebaran kepiting tapal kuda hari ini adalah bagian dari program restorasi mangrove di pesisir Kabupaten Tangerang.

“Ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dan kepedulian APP Group melalui PT Indah Kiat Tangerang di Provinsi Banten dalam mendukung upaya Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang dalam menjaga ekosistem pesisir,” ujarnya.

Ia menegaskan, perusahaan percaya bahwa kolaborasi multistakeholder akan memberikan manfaat jangka panjang bagi habitat mangrove dan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal dalam menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.

Kepala Bidang PSLB3 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika mengakui bahwa PT IKPP Tangerang telah banyak berkontribusi dalam pelestarian lingkungan terutama disepanjang pesisir pantai.

“Bruguiera Salah satu jenis mangrove langka. Tak hanya itu, kita juga melepaskan Mimi Ranti sejenis Kepiting Tapal Kuda,” jelasnya.

Keberadaan Mimi Ranti, sambung Hari, merupakan bio indikator alami jika kawasan tersebut sudah membaik.

“Ini menandakan lingkungan (Urban aquaculture Ketapang) tersebut sudah bagus,” pungkasnya. (*)