Terastangerang.com,- Yayasan Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis (YPKKT) menggelar Pelatihan Barista Kopi untuk pemula di Aula Trisakti Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (17/3/24).

Pelatihan barista itu kerja sama YPKKT dengan Kementerian BUMN dan Telkom, diikuti peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Tangerang.

Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana mengatakan, sering melaksanakan pelatihan kewirausahaan, namun masih belum banyak peserta pelatihan yang menetas menjadi sukses. Hal ini perlu ada evaluasi agar pelatihan-pelatihan yang dilakukan lebih efektif.

“Maka kali ini saya lebih serius dalam menggelar pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan pembuatan kopi ini dengan harapan dapat melahirkan pengusaha kopi yang sukses. Sehingga hasilnya nanti dapat memunculkan pengusaha baru dari peserta pelatihan,” ungkapnya.

Menurut Ananta, peran seorang barista di setiap kedai kopi maupun cafe sangat penting dan dituntut menjadi seorang profesional. Sebagai seorang barista tidak hanya membuat kopi saja.

“Tentu kita sering melihat pria yang bertugas dibalik meja bar dan memperhartikan kelihaian dalam meracik kopi yang nikmat,” ujarnya.

Ananta menyebut, barista adalah orang yang bertugas meracik kopi yang pahit menjadi nikmat dan memiliki keunikan tersendiri, barista berasal dari bahasa Italia yang artinya “pelayan bar”.

Tidak hanya itu, lanjut dia, seorang barista juga memilki keahlian dalam bidang seni terbukti dari caffe latte art yang dibuat agar mempercantik tampilan kopi.

Karenanya Ananta berencana akan menggelar acara pelatihan serupa di beberapa daerah. Terutama menyasar generasi muda yang memiliki semangat menjadi kewirausahaan.

“Saya berharap dapat menggelar pelatihan barista kopi untuk pemula dan pelatihan manajemen warteg. Kedua bisnis tersebut menurut saya memiliki prospek yang menjanjikan dan dengan modal awal yang tidak terlalu besar,” katanya.

Sementara narasumber, Deta mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini pihaknya mengajarkan banyak teknik dalam meracik kopi, salah satunya adalah meracik kopi dengan secara manual (manual brew).

Teknik ini memang secara khusus dirinya sarankan kepada para peserta karena tidak memerlukan biaya yang besar untuk mempersiapkan peralatannya.

“Meskipun sederhana teknik ini menghasilkan kopi yang nikmat dan banyak dipergunakan oleh para pengusaha kopi di berbagai daerah,” terangnya.

Terpantau, nampak para peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut, dan pada akhir kegiatan peserta mendapatkan bantuan sembako dan sertifikat seminar. (TIM)