Terastangerang.com, Tigaraksa,– Menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia. Tugasnya tidak hanya menjadi pelaku pendidikan yang gigih, tetapi juga pahlawan di balik meja belajar.

Taufik (40), salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) mengakui besarnya manfaat Program JKN. Kehadiran JKN juga dapat menunjang perannya di dunia pendidikan. Selain itu, ia juga dapat memastikan kesehatan keluarganya dapat terlindungi.

“Sebagai kepala keluarga, tentunya kesehatan menjadi prioritas utama saya. Terdaftarnya saya dan keluarga dalam Program JKN menjadi sebuah keuntungan. Saya merasa memiliki perlindungan kesehatan yang lebih untuk diri sendiri dan keluarga. Kami menjadi lebih tenang dan yakin akan kebutuhan kesehatan keluarga. Setiap langkah perawatan kesehatan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga penanganan medis yang serius dapat diakses dengan mudah dan terjangkau,” kata Taufik, Senin (19/02).

Menurut Taufik, pelayanan kesehatan melalui Program JKN saat ini semakin menunjukkan peningkatan kualitasnya. Tersedianya opsi fasilitas kesehatan yang berkualitas membuat Taufik semakin senang.

Dengan adanya berbagai pilihan yang luas dapat memberikan kebebasan bagi peserta untuk memilih tempat perawatan yang sesuai dengan kebutuhan. Hal ini tentunya memberikan rasa percaya diri bagi Taufik dan keluarga untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang terbaik.

“Menjadi kepala keluarga tidak terlepas dengan berbagai tanggung jawab yang perlu dihadapi, terutama soal finansial. Adanya JKN sangat membantu meringankan beban keuangan keluarga. Dengan iuran yang terjangkau, saya bisa tetap fokus untuk pendidikan anak-anak dan kebutuhan keluarga lainnya tanpa khawatir yang berlebih. Saya sudah merasakan sendiri pengalaman waktu istri melahirkan dan saat pengobatan anak. Saat itu anak saya didiagnosis pneumonia, sehingga membutuhkan perawatan yang cukup lama,” ungkap Taufik.

Sebagai tenaga pendidik sekaligus peserta JKN, Taufik juga ingin berbagi pengetahuannya terkait Program JKN kepada orang banyak yang ada di lingkungan sekolah. Baik itu rekan kerja sesame guru maupun orang tua murid.

Di beberapa kesempatan, ia tidak sungkan untuk melakukan sosialisasi terkait manfaat Program JKN. Taufik merasa senang jika keberadaanya dapat bermanfaat bagi orang lain. Khususnya, dalam hal meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan kesehatan.

“Seringkali saya mendapat pertanyaan dari orang tua murid tentang Program JKN. Sedikit banyaknya yang saya ketahui, pasti saya mencoba membantu mereka. Saya senang jika semakin banyak yang tahu manfaat JKN. Apalagi, kalau ada murid yang sakit sampai berhari-hari tidak masuk sekolah. Biasanya langsung saya arahkan ke orang tuanya untuk cek ke dokter. Banyak juga dari mereka yang masih bingung bagaimana prosesnya. Alhamdulillah, penjelasan dari saya bisa mereka pahami karena memang aksesnya sangat mudah,” ungkap Taufik.

Ketika ditemui, Taufik tengah memanfaatkan kanal layanan administrasi di Mal Pelayanan Publik (MPP). Kedatangannya di MPP adalah untuk menambahkan peserta dan menonaktifkan kepesertaan anak ketiganya yang telah meninggal dunia.

Ia mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas. Menurutnya, dengan adanya penambahan kanal layanan administrasi selain di kantor cabang sangat memudahkan peserta. Sistem ini juga dapat mengurai antrean peserta.

“Saya sangat merasakan adanya peningkatan kualitas layanan dari Program JKN. Perubahan ini tentunya semakin memberikan kemudahan bagi peserta JKN. Namun, saya rasa masih belum semua masyarakat tahu akan hal ini. Jadi, saya berharap BPJS Kesehatan tidak Lelah dan semakin sering juga melakukan sosialisasi Program JKN ke masyarakat. Khususnya, bagi masyarakat yang tinggal di daerah jauh dari perkotaan. Harapannya agar semakin banyak masyarakat yang paham dan merasakan besarnya manfaat dari Program JKN,” tutup Taufik. (*)