Terastangerang.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai melakukan skema pengalihan arus lalu lintas setelah penutupan Jembatan Pintu Air 10 mulai direalisasikan sejak tadi malam.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Agus Wibowo menuturkan, Pemkot Tangerang telah menyediakan beberapa opsi jalur alternatif untuk mengurai potensi kemacetan akibat penutupan Jembatan Pintu Air 10 sementara waktu. Rencananya, pengalihan arus lalu lintas tersebut diterapkan sampai akhir bulan Juli 2024 mendatang.

“Kami telah menyediakan beberapa opsi jalur alternatif dari semua arah untuk menghindari penutupan Jembatan Pintu Air 10. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan jalur alternatif tambahan untuk menghindari hambatan panjang (di sekitar Jalan K.S Tubun) dengan mengarahkan kendaraan berskala kecil dan sedang untuk melalui jalur alternatif arah Kedaung (arah Teluk Naga) yang menuju Jalan Iskandar Muda dan sekitarnya,” ujar Agus, Kamis (6/6/24).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang juga telah melakukan langkah-langkah strategis lainnya untuk menyukseskan pengalihan arus lalu lintas tersebut.

Seperti, melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, menempatkan puluhan petugas untuk membantu menguraikan kemacetan, sampai menyosialisasikan secara masif melalui berbagai platform media populer di kalangan masyarakat Kota Tangerang.

“Kami mengimbau untuk semua pengguna jalan untuk tetap menaati ketertiban lalu lintas dengan cara mematuhi penggunaan jalur alternatif yang telah disediakan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan kelancaran, ketertiban, dan keamanan lalu lintas di sepanjang jalur tersebut,” tambahnya. (nji)