Terastangerang.com – Kawasan wisata Situ Gintung Kota Tangerang Selatan mendapat sorotan dari pengunjung karena infrastruktur banyak yang tidak terurus seperti saluran air tidak normal, jalan paving blok yang hilang, lampu penerangan yang tidak memadai, sampah di darat maupun di air, bangunan tembok situ yang runtuh, pendangkalan situ, lampu penerangan tidak memadai.

Demi kenyamanan pengunjung yang berdarmawisata dan olahraga ditepi Situ Gintung serta untuk meminimalisir aksi kriminalitas di malam hari, pengelola juga diharapkan agar segera memberlakukan sistem buka tutup dihari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 06.00 wib pagi dan tutup pukul 18.00 wib sore.

Budi pengungunjung wisata Situ Gintung mengatakan, seharusnya Pemerintah daerah memperhatikan fasilitas di Situ Gintung, karena beberapa infrastruktur sudah rusak seperti jalan paving blok hilang, lampu penerangan tidak memadai, bibir situ yang longsor, saluran air yang mampet dan fasilitas lainnya seperti masalah sampah didarat maupun yang di air situ.

“Kami sebagai warga atau pengunjung Situ Wisata Gintung merasa tidak nyaman dengan berbagai fasilitas yang rusak atau banyaknya sampah air dan tembok dinding yang ambrol serta faving blok hilang, tidak adanya lampu penerangan, kami berharap pemerintah daerah agar memperbaiki dan melakukan pemeliharaan fasilitas di Situ Gintung,” katanya, Senin (29/1/24).

st 2
Jalan paving blok yang hilang dan tidak terawat

Sementara, Yulianti pengunjung asal Serpong mengungkapkan, Situ Gintung merupakan aset Pemerintah daerah yang musti dipelihara dan dirawat agar kelestariannya tetap terjaga, maka dari itu Pemerintah daerah harus memperhatikan infrastruktur yang mulai tidak terurus seperti faving blok yang hilang atau rusak, bibir situ yang ambrol, pembersihan sampah di darat maupun di air Situ Gintung.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah agar segera melaķukan perbaikan infrastruktur Situ Gintung serta melakukan pembersihan sampah yang berserakan di air, serta membuka pintu utama yang digembok agar segera diberlakukan sistem buka tutup dihari sabtu pukul 06.00 pagi dan tutup pukul 18.00 sore dan juga di hari minggu demi kenyamanan pengunjung yang berdarmawisata dan olahraga ditepi Situ Gintung serta untuk meminimalisir aksi kriminalitas di malam hari,” tukasnya.

Saat dikonfirmasi, pengelola Situ Gintung yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan hal yang sama agar semua fasilitas di Situ Gintung bisa mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah daerah.

“Saya meminta kepada Pemerintah daerah agar segera melaķukan pembenahan infrastruktur Situ Gintung serta melakukan pembersihan sampah yang berserakan di air, penambahan lampu penerangan serta membuka pintu utama yang digembok agar segera diberlakukan sistem buka tutup dihari sabtu pukul 06.00 pagi dan tutup pukul 18.00 sore dan juga di hari minggu demi kenyamanan pengunjung yang berdarmawisata dan olahraga ditepi Situ Gintung serta untuk mencegah perbuatan kriminalitas,” pungkasnya. (abe)