Terastangerang.com – Puluhan mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) kembali menggeruduk Puspemkot Tangsel, Senin siang, 10 Juni 2024, aksi mereka merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang digelar, Jumat, 31 Mei 2024 karena kekecewaannya dengan Kinerja Dishub Tangsel yang dianggap lalai dalam melakukan pengawasan dan pembatasan operasional mobil barang sebagaimana tertuang di Perwal Nomor 58 Tahun 2019.

Mahasiswa juga menuntut bertemu langsung dengan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung, namun permintaan ini tak kunjung dipenuhi, sehingga meningkatkan ketegangan di lapangan.

Menjelang petang, demonstrasi yang awalnya berlangsung kondusif dengan orator bergantian menyuarakan aspirasi mereka menjadi memanas. Hal itu dipicu ketika massa aksi berusaha menerobos garis pengamanan. Aksi saling dorong dengan petugas pun tak terhindarkan.

Langkah salah satu Kepala Bidang (Kabid) Dishub utusan Pemerintah yang turun menemui masa aksi, tak mampu meredam emosi para mahasiswa. Malah wajahnya tekena lemparan botol mineral yang sengaja diarahkan pendemo ke wajahnya.

Ditengah situasi yang makin memans,  salah seorang petugas Satpol PP juga terkena percikan bensin yang sengaja dilempar oleh pendemo. Guna menghindari bahaya tumpahan bensin tersebut, petugas Satpol PP lainnya berupaya menolong dengan membilas menggunakan air mineral.

Puncak kericuhan terjadi ketika beberapa demonstran menghadang dan memukul sebuah mobil boks yang melintas, memaksa kendaraan tersebut berhenti. Situasi semakin panas dengan aksi pembakaran ban, yang menghasilkan kepulan asap hitam tebal di area Puspemkot Tangsel.

“Aksi ini murni aspirasi kami,” tegas salah satu orator dengan lantang. “Kami di sini bukan untuk kepentingan individu, tapi untuk kepentingan bersama. Kami menuntut sebagai intelektual,” lanjutnya, menggugah semangat demonstran lainnya.

Massa aksi tetap bertahan di lokasi. Mereka terus menyampaikan orasi dan sumpah mahasiswa dengan penuh semangat.(mln)