Terastangerang.com,– Direktur Karang Tumaritis Institute, Abraham Garuda Laksono membagikan sembako kepada masyarakat Bojongnangka, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pembagian sembako tersebut dilakukan lantaran mendekati tradisi ketupat qunut di Bulan Ramadhan.

“Biasanya masyarakat, kan, punya tradisi membuat ketupat ketika memasuki pertengahan Bulan Ramadhan,” kata Abraham usai membagikan sembako, di Pandepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (25/3/24).

“Karena itu, kita fasilitasi dengan membagikan sembako,” tambahnya.

Selain momentum tradisi ketupat qunut, lanjut Abraham, pembagian sembako juga menjadi rutinitas pihaknya, yang dilaksanakan setiap tahun.

“Sebenarnya, kita memang punya rutinitas membagikan sembako setiap tahun. Bisanya, di awal dan akhir tahun,” kata politisi muda PDI Perjuangan yang lolos menjadi Anggota DPRD Provinsi Banten di Pemilu 2024.

Lebih lanjut, Abraham mengungkapkan ada permintaan dari tokoh masyarakat agar sembako dibagikan di momen Bulan Ramadhan.

“Jadi, kita diminta bagi sembako di momen ramadhan, khususnya dibagikan ke anak yatim, janda, dan duafa,” terangnya.

Dari kegiatan itu, Abraham berharap sembako yang dibagikan dapat bermanfaat sekaligus meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat. Menginggat harga-harga kebutuhan pokok di pasar melonjak.

“Sembako ini, kan lagi mahal, harga beras per liter itu mencapai Rp17 ribu, begitu juga dengan harga gula perkilonya. Jadi, semoga sedikit bisa meringankan beban,” ujarnya.

Abraham berpesan kepada para penerima sembako agar tetap semangat dalam menjalani hidup dan jangan berputus asa.

“Terlebih, untuk adik-adik yang saya cintai tetap semangat belajar dan mengembangkan diri. Saya janji akan terus support perkembangannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Yatim dan Duafa, Sukardi mengucapkan rasa terima kasih kepada Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis atas kegiatan pembagian sembako.

“Alhamdulillah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Ananta, Mas Abraham, dan keluarga besar Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis atas sembako yang diberikan,” ucap Sukardi.

Saat ini, menurut Sukardi, sembako sangat mahal dan sulit dipenuhi kelompoknya yang memiliki ekonomi di bawah rata-rata.

Karena itu, sambung Sukardi, kegiatan pembagian sembako ini menjadi sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhannya.

“Saya doakan agar segala cita-cita Mas Abraham bisa tercapai dan rejeki Padepokan Tumaritis terus mengalir seperti air,” harapnya.

Dalam pantauan, Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis memberikan sebanyak 150 bantuan pangan berupa paket sembako kepada anak yatim, janda, dan duafa. (TIM)